Bergelut dengan dunia maya secara intensif membuat saya mendapatkan banyak hal baru, hal-hal yang menambah pengetahuan dan membuka wawasan. Hal ini wajar, mengingat kita dapat menemukan hampir semua hal disini, di dunia maya yang memperkecil bumi ini. Jika kita ingin mencari sesuatu, tinggal tanya saja oom Google.
Tetapi bergelut dengan Al Quran, membuat saya mendapatkan hal yang seharusnya saya tahu. Saya tidak mendapatkan informasi sampah disini. Semua informasi yang ada, selain menambah pengetahuan, membuka wawasan, juga mempengaruhi hati. Amat wajar jika dulu Umar ditegur oleh Rasulullah karena beliau saat itu membuka-buka kitab taurat dan injil dan tidak mencukupkan diri hanya dengan Al Quran.
Sayangnya, informasi yang dibutuhkan oleh semua manusia dalam Al Quran, cenderung tenggelam diantara milyaran informasi lain di dunia maya. Padahal jumlah muslim penghuni dunia maya banyak sekali. Jika kita seorang yang pesimis, maka kita akan menganggap wajar hal ini. Tetapi jika kita seorang pejuang, maka kita akan menganggap hal ini sebagai tantangan, karena sebagai seorang mukmin, adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk menyampaikan Al Quran, walaupun hanya satu ayat.
Kewajiban menyampaikan kebenaran juga tentunya tak lengkap jika tidak diimbangi dengan kewajiban menolak kemungkaran. Dan dunia maya merupakan dunia yang sebagian besar isinya merupakan kemungkaran. Tak heran jika kata kunci yang paling sering ditulis di mesin pencari Google adalah kata-kata yang berhubungan dengan sex.
Kita juga tentu masih ingat bagaimana kebebasan yang kebablasan telah menodai Rosulullah dalam bentuk kartun yang hina, Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana film Fitna yang begitu menghina dapat bebas beredar di dunia maya. Belum lagi situs-situs dalam negeri yang didanai Amerika seperti islamlib, dan sebagainya, yang isinya membuat kita bertanya, Islam dari mana mereka ini.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Ternyata banyak saudara-saudara kita di dunia maya yang telah melangkah jauh menyikapi hal ini. Mereka mengamalkan Surat At Taubah ayat 120 dengan cara mereka sendiri. Mereka berperang di dunia maya, menimpakan bencana, dan membangkitkan amarah musuh-musuh Islam. Mereka sering menamakan diri mereka muslim hacker.
Diberitakan bahwa ketika penyebaran kartun yang menghina Nabi Muhammad saw, muslim hacker merusak lebih dari 3000 situs Negara Denmark yang turut ambil bagian dalam kemungkaran tersebut. Begitu juga ketika terjadi penyebaran film fitma, banyak situs Belanda yang menjadi korban. Dan yang lebih hebat lagi, ada muslim hacker yang berhasil membobol situs CIA, sebuah prestasi yang luar biasa mengingat keamanan situs ini yang begitu ketat.
Sudah saatnya kita garap ladang dakwah di dunia maya ini dengan lebih serius. Karena siapa yang menguasai informasi, maka ia akan mudah untuk menguasai dunia. Lakukan sesuai dengan kemampuan kita, bahkan walaupun dengan hanya menulis sesuatu yang berguna. Wallahu 'alam bish showab.
"Hari ini, ketika hampir seluruh hajat hidup kita dikuasai oleh Yahudi, masihkan engkau sibuk bergenit-genit menulis hanya untuk mendapat tepuk tangan? Sudah saatnya menulis untuk perubahan." (M. Fauzil Adhim)
Tangerang, 21 Februari 2009
07:51 WIB
Tetapi bergelut dengan Al Quran, membuat saya mendapatkan hal yang seharusnya saya tahu. Saya tidak mendapatkan informasi sampah disini. Semua informasi yang ada, selain menambah pengetahuan, membuka wawasan, juga mempengaruhi hati. Amat wajar jika dulu Umar ditegur oleh Rasulullah karena beliau saat itu membuka-buka kitab taurat dan injil dan tidak mencukupkan diri hanya dengan Al Quran.
Sayangnya, informasi yang dibutuhkan oleh semua manusia dalam Al Quran, cenderung tenggelam diantara milyaran informasi lain di dunia maya. Padahal jumlah muslim penghuni dunia maya banyak sekali. Jika kita seorang yang pesimis, maka kita akan menganggap wajar hal ini. Tetapi jika kita seorang pejuang, maka kita akan menganggap hal ini sebagai tantangan, karena sebagai seorang mukmin, adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk menyampaikan Al Quran, walaupun hanya satu ayat.
Kewajiban menyampaikan kebenaran juga tentunya tak lengkap jika tidak diimbangi dengan kewajiban menolak kemungkaran. Dan dunia maya merupakan dunia yang sebagian besar isinya merupakan kemungkaran. Tak heran jika kata kunci yang paling sering ditulis di mesin pencari Google adalah kata-kata yang berhubungan dengan sex.
Kita juga tentu masih ingat bagaimana kebebasan yang kebablasan telah menodai Rosulullah dalam bentuk kartun yang hina, Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana film Fitna yang begitu menghina dapat bebas beredar di dunia maya. Belum lagi situs-situs dalam negeri yang didanai Amerika seperti islamlib, dan sebagainya, yang isinya membuat kita bertanya, Islam dari mana mereka ini.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Ternyata banyak saudara-saudara kita di dunia maya yang telah melangkah jauh menyikapi hal ini. Mereka mengamalkan Surat At Taubah ayat 120 dengan cara mereka sendiri. Mereka berperang di dunia maya, menimpakan bencana, dan membangkitkan amarah musuh-musuh Islam. Mereka sering menamakan diri mereka muslim hacker.
Diberitakan bahwa ketika penyebaran kartun yang menghina Nabi Muhammad saw, muslim hacker merusak lebih dari 3000 situs Negara Denmark yang turut ambil bagian dalam kemungkaran tersebut. Begitu juga ketika terjadi penyebaran film fitma, banyak situs Belanda yang menjadi korban. Dan yang lebih hebat lagi, ada muslim hacker yang berhasil membobol situs CIA, sebuah prestasi yang luar biasa mengingat keamanan situs ini yang begitu ketat.
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".(QS. 9:71)
Sudah saatnya kita garap ladang dakwah di dunia maya ini dengan lebih serius. Karena siapa yang menguasai informasi, maka ia akan mudah untuk menguasai dunia. Lakukan sesuai dengan kemampuan kita, bahkan walaupun dengan hanya menulis sesuatu yang berguna. Wallahu 'alam bish showab.
"Hari ini, ketika hampir seluruh hajat hidup kita dikuasai oleh Yahudi, masihkan engkau sibuk bergenit-genit menulis hanya untuk mendapat tepuk tangan? Sudah saatnya menulis untuk perubahan." (M. Fauzil Adhim)
Tangerang, 21 Februari 2009
07:51 WIB