Sabtu, 01 November 2008

Kembali Dari Pertapaan

Sang penjelajah telah kembali, dari pertapaan yang melelahkan hati..

Mencampakannya dalam kenyataan, namun memberi sejuta harapan..

Tenggelam ia kini menyusun mimpi, membuat strategi, hingga ia dapat terbang tinggi. Mensyukuri setiap nikmat yang Dianugerahkan Illahi..

Kebon Jeruk, 31 Oktober 2008
22:23 WIB

*OnTheWayHomeSweetHome*
Share:

Jumat, 31 Oktober 2008

Rindu..

Cinta.. Apa kabarmu?
Masihkah kau lembut seperti dulu? Membelaiku dalam pelukanmu. Mendampingi ketika kupilih jalan ini.

Cinta.. Aku disini disibukan dengan dunia. Mencoba mengumpulkan segenggam materi, agar kita dapat bersatu lagi.
Lalu apa kesibukanmu?

Cinta.. Aku rindu. Rindu memandang indah wajahmu. Rindu menelusuri lekuk tubuhmu. Rindu ketika kita bersatu dalam nafas yang memburu.
Apa kau juga rindu padaku?

Cinta.. Sejujurnya aku juga rindu pada Dia.
Pada Dia yang dahulu mempersatukan kita.
Pada Dia yang melatarbelakangi cintaku ini.
Pada Dia yang selalu kulihat bersamamu setiap saat.

Mungkinkah rindu karena kita sudah jarang bersatu?

Sukabumi 31 Oktober 2008.
01:26 WIB.

*MissTheAdventures*
Share:

Minggu, 26 Oktober 2008

Learn to Fly

"When ALLAH leads you to the edge of a cliff,, trust Him fully,, because only 1 of 2 things will happen:

Either He'll CATCH you when you fall,, or
He'll TEACH you how to fly.."

*YangSedangMencariSayapUntukBelajarTerbang*
Share:

Rabu, 22 Oktober 2008

Barisan Sakit Hati

Jika ada 100 orang yang dirugikan, maka salah satunya adalah aku..

Jika ada 10 orang yang disakiti, maka salah satunya adalah aku..

Jika ada 1 orang yang dikhianati, maka pasti itu aku..

Lalu apakah aku berbalik pergi, mencari kawan sepenanggungan, dan membentuk barisan sakit hati?

Apakah serta merta aku menjadi penentang, mencari rasionalisasi dan ayat-ayat rujukan?

Apakah setiap perbedaan harus menjadi lawan?

Tidak..

Jalan ini terlalu luas untuk dimonopoli satu golongan. Terlalu luas untuk diklaim sebagai milikku, milikmu. Jalan ini milikNya..

Kita semua bisa menempuhnya bersama, bersisian tanpa perlu bergandengan tangan. Walaupun berangkulan akan memberi kekuatan tambahan.

Tangerang, 9 Oktober 2008.
18:45 WIB.
Share:

Minggu, 19 Oktober 2008

keBERANIan

Saya senang membaca kisah para sahabat, apalagi jika menceritakan tentang keberanian mereka. Semangat saya selalu terbangkitkan, seakan saat itu juga, saya siap berperang, mengorbankan hidup saya, syahid, langsung menuju surga.

Saya tahu, dan sadar betul bahwa yang melandasi keberanian mereka bukan karena mereka bangsa yang gemar berperang. Bukan pula sifat bawaan. Tapi karena satu hal yang mereka miliki, yaitu iman.

Semakin besar iman yang mereka miliki, semakin besar keberanian mereka, semakin ringan pula langkah mereka menjawab panggilan perang. Lalu apakah keberanian yang dilandasi iman ini selalu dikaitkan dengan perang? Keberanian untuk mati di jalan Illahi?

Saya teringat kisah 3 orang sahabat yang tertinggal perang karena kelalaian. Kelalaian akibat turunnya iman. Jadilah mereka hidup dalam pengasingan. Hidup diantara para sahabat dan kekasih tercinta, tapi dianggap bagian dari orang-orang munafik nista.

Lalu, apakah ketiga orang ini melarikan diri? Menerima jaminan pihak lain yang akan memanjakan mereka? Tidak. Mereka bukanlah pengecut yang lari dari masalah yang menimpa mereka. Mereka tetap pemberani. Keberanian yang ditopang oleh iman. Iman yang membuat mereka berani menghadapi hidup. Sampai akhirnya Sang Pemberani Sejati Menghargai keberanian mereka. Menerima iman mereka. Memberikan mereka tempat kembali di sisi sang kekasih hati.

Cidahu, 19 Oktober 2008.
00:17 WIB.
*YangSedangMengumpulkanKeberanianUntukHidup*
Share: