Daftar Produk AS yang Diboikot Oleh Para Ulama |
| [ 04/03/2003 - 07:50 ] |
|
Restoran:
Produsen Makanan & Minuman AS:
Bahan-bahan Kimia dan pembersih: Diambil dari sini |
Senin, 05 Januari 2009
Senin, 08 Desember 2008
Persimpangan Niscaya
Persimpangan itu pasti ada, karena awal dari perubahan, maka ia niscaya. Tak bisa kita berdiri lama disana. Tak bisa, karena kita harus terus bergerak, karena diam itu mematikan. Dan kita pun terus berjalan.
Persimpangan itu niscaya. Karena itulah jalan yang benar menuju perbaikan. Karena jika tidak, kita akan terus menerus dihantui kemunafikan.
Persimpangan itu kini terlihat di depan mata. Bola panas pun bergulir di tangan kita. Kita harus mengopernya, jika tidak kita akan hangus dimakan bara.
Kemanakah kita akan pergi?
Kemanakah akan kita gulirkan bola ini?
Tangerang, 8 Desember 2008
22:49 WIB
Persimpangan itu niscaya. Karena itulah jalan yang benar menuju perbaikan. Karena jika tidak, kita akan terus menerus dihantui kemunafikan.
Persimpangan itu kini terlihat di depan mata. Bola panas pun bergulir di tangan kita. Kita harus mengopernya, jika tidak kita akan hangus dimakan bara.
Kemanakah kita akan pergi?
Kemanakah akan kita gulirkan bola ini?
Tangerang, 8 Desember 2008
22:49 WIB
Senin, 24 November 2008
Aku Ingin.. (electronic version)
Aku ingin menjadi lampu yang tak pernah berhenti menyala, memberikan cahaya, membukakan mata manusia dikala gelap menerpa.
Aku ingin menjadi televisi, yang senantiasa menyiarkan informasi, menjadi hiburan yang menyenangkan bagi penduduk bumi.
Aku ingin menjadi pompa air, yang menyerap sumber kehidupan, tanpa pernah berhenti mendistribusikan, air untuk hidup berkelangsungan.
Aku ingin menjadi kipas angin, yang tak pernah letih berputar, tak pernah bosan memberi manfaat, menyumbangkan angin segar untuk umat.
Aku ingin menjadi lebih berguna. Menyerap lebih banyak energi yang menghidupiku. Sehingga ketika nanti kami bertemu, aku dapat mempertanggung jawabkan setiap energi yang Ia titipkan..
Tangerang, 24 November 2008
16:15 WIB
Aku ingin menjadi televisi, yang senantiasa menyiarkan informasi, menjadi hiburan yang menyenangkan bagi penduduk bumi.
Aku ingin menjadi pompa air, yang menyerap sumber kehidupan, tanpa pernah berhenti mendistribusikan, air untuk hidup berkelangsungan.
Aku ingin menjadi kipas angin, yang tak pernah letih berputar, tak pernah bosan memberi manfaat, menyumbangkan angin segar untuk umat.
Aku ingin menjadi lebih berguna. Menyerap lebih banyak energi yang menghidupiku. Sehingga ketika nanti kami bertemu, aku dapat mempertanggung jawabkan setiap energi yang Ia titipkan..
Tangerang, 24 November 2008
16:15 WIB
Minggu, 23 November 2008
A New Quest
Subhanallah..
Ba'da magrib tadi saya berkunjung ke rumah teman. Tadinya hanya ingin mengambil motherboard pesanan, tapi apa yang kita rencanakan ternyata tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
Ketika kami sedang asyik berbicara, tiba-tiba ayah teman saya keluar dan ikut terlibat dalam pembicaraan. Bahkan kemudian justru beliaulah yang lebih banyak bercerita. Dan untuk seorang ustadz senior menjelang kepala tujuh, beliau memiliki semangat yang luar biasa.
Beliau memiliki pandangan luas tentang dakwah dan kebangkitan islam. Pandangan luas dalam arti tidak membanggakan kelompoknya sendiri dan menutup diri dari ijtihad kelompok lain.
Beliau juga yakin bahwa kebangkitan islam tak akan terjadi jika kita enggan menggali sumbernya secara langsung, yaitu Al Quran. Dan dari sinilah quest itu bermula.
Setelah memaparkan panjang lebar tentang urgensi membaca dan mentadaburi Al Quran, beliaupun meminta kepada saya dengan nama Allah (as-aluka billah, footnote QS.4:1) sebuah permintaan yang tidak dapat saya tolak. Selain karena caranya (as-aluka billah), isi permintaannyapun akan merubah hidup saya menjadi jauh lebih baik. Sebuah permintaan yang berat namun amat saya syukuri karena memang inilah yang saya butuhkan saat ini. Dengan tekad mantap, saya akan laksanakan permintaan beliau sekuat tenaga saya.
Bismillah..
Tangerang, 23 November 2008
00:55 WIB
*merasa doa selama ini terjawab dengan cara yang unik*
Ba'da magrib tadi saya berkunjung ke rumah teman. Tadinya hanya ingin mengambil motherboard pesanan, tapi apa yang kita rencanakan ternyata tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
Ketika kami sedang asyik berbicara, tiba-tiba ayah teman saya keluar dan ikut terlibat dalam pembicaraan. Bahkan kemudian justru beliaulah yang lebih banyak bercerita. Dan untuk seorang ustadz senior menjelang kepala tujuh, beliau memiliki semangat yang luar biasa.
Beliau memiliki pandangan luas tentang dakwah dan kebangkitan islam. Pandangan luas dalam arti tidak membanggakan kelompoknya sendiri dan menutup diri dari ijtihad kelompok lain.
Beliau juga yakin bahwa kebangkitan islam tak akan terjadi jika kita enggan menggali sumbernya secara langsung, yaitu Al Quran. Dan dari sinilah quest itu bermula.
Setelah memaparkan panjang lebar tentang urgensi membaca dan mentadaburi Al Quran, beliaupun meminta kepada saya dengan nama Allah (as-aluka billah, footnote QS.4:1) sebuah permintaan yang tidak dapat saya tolak. Selain karena caranya (as-aluka billah), isi permintaannyapun akan merubah hidup saya menjadi jauh lebih baik. Sebuah permintaan yang berat namun amat saya syukuri karena memang inilah yang saya butuhkan saat ini. Dengan tekad mantap, saya akan laksanakan permintaan beliau sekuat tenaga saya.
Bismillah..
Tangerang, 23 November 2008
00:55 WIB
*merasa doa selama ini terjawab dengan cara yang unik*